Jumat, 08 Juni 2012

CERITA NARUTO CHAPTER 587 : JAM 8

Sebelumnya Itachi telah berhasil menggenggam takdir Kabuto.
Dan akhirnya, iapun tak mampu berbuat apa-apa lagi ...

Apa yang akan terjadi di chapter kali ini?


"Ketika Kabuto telah masuk ke dalam siklus seperti ini,
maka menggunakan genjutsu padanya akan jadi lebih mudah ..." Ucap Itachi.

"Jadi Kabuto telah terjebak ke dalam siklus Izanami itu ...
Sejak kapan kau menggunakannya??" Sasuke bertantanya.

"Sejak ia pertama kali menusuk tubuhku ..." Jawab Itachi.

"Tapi bagaimana,
bagaiman bisa teknik mata berfungsi tanpa menatap mata???"

"Izanami bekerja dengan memanfaatkan perasaanmu dan lawan ..."

"Perasaan??"

Itachi kemudian menjelaskan tentang cara kerja Izanami ...

"Ketika ia memutuskan untuk menyerang,
sensasi yang ia rasakan akan tersimpan seperti fotografi, menggunakan matanya ...
kita sebut itu A" Ucap Itachi.
"kemudian ia mereflikasi sensasi yang sama secara sengaja dan mengingat itu seperti sebelumnya, menciptakan A' ...
Izanami lalu mencampurkan A dan A', menghubungkan mereka dan sekaligus menghubungkan waktu yang mereka lalui ..." Lanjutnya.

"Dengan kata lain, hal ini menciptakan sebuah siklus yang abadi" Itachi memperjelas.

"Dan tentu saja, sebagai gantinya aku kehilangan mata ...
Sama seperti Izanagi" Bahkan meskipun Itachi adalah Edo Tensei,
penglihatan mata kirinya tetap hilang.

"Jadi pikiran Kabuto akan terjebak dalam siklus tersebut selamanya ...
Bertarung melawan ilusi kita berdua, begitu ya ..." Sasuke mengerti.

"Tidak ..." Ucap Itachi.
"Sebenarnya ada cara untuk keluar dari siklus tersebut ...
Karena pada dasarnya Izanami diciptakan untuk menghukum dan menyelamatkan pengguna Izanagi ..." Jelasnya.

"Apa maksudmu?" Sasuke tak mengerti.

"Kau sudah tahu Izanagi kan ...
Itu adalah jutsu yang dikatakan merupakan jutsu mata Uchiha yang paling sempurna,
mampu merubah takdir ...
Dengan itu, Kalau apa yang kau lakukan tak berhasil,
kau bisa menghapusnya dan tinggal mengulangnya kembali ...
Itu adalah cara agar apa yang terjadi selalu menguntungkan penggunanya ...
Ketika berada dalam pertarungan penting dimana seorang Uchiha tak boleh gagal,
Izanagi sangatlah berguna ...
Akan tetapi ...
Efek yang ditimbukan tak hanya kehilangan penglihatan, lebih buruk dari itu ...
Yaitu penggunanya menjadi sombong dan menggunakannya untuk keperluan pribadi ...
Kalau hanya satu orang yang bisa menggunakannya, itu tak akan jadi masalah ...
Tapi kalau lebih dari satu, maka pertarungan mereka tak akan pernah berakhir ...
Izanami diciptakan untuk menghentikan hal tersebut ...
Sebab genjutsu biasa tak akan mempan pada pengguna mata yang sama ..."

"Ketika kau mencoba untuk mencari jalan lain yang lebih menguntungkan menggunakan Izanagi,
maka kau akan dibawa kembali dan dijebak disiklus yang sama dengan Izanami ...
Tapi Izanami diciptakan hanya untuk menangkal Izanagi,
jadi seseorang bisa saja keluar dari siklus tersebut ...
Jutsu diciptakan hanya untuk menghentikan mereka menghindari hasil yang telah mereka perbuat ...
Ketika kau sadar dan mengikhlaskan hasil yang kau dapat,
kau akan keluar ...
Jutsu ini membuat seseorang untuk tidak bergantung pada jutsu,
melainkan menerima nasib mereka ...
Sebuah jutsu dengan jalan keluar berbahaya ...
Itulah kenapa Izanami menjadi Kinjutsu"

(Contoh gampang : Kalau Danzou menggunakan Izanagi untuk melarikan diri dari kematiannya dan lalu terkena Izanami, satu-satunya cara untuk ia bisa lolos dari izanami adalah dengan menerima takdir kalau ia mati)

"Kalau Kabuto mau menerima takdir dan tidak menjadi orang lain,
maka ia akan mampu keluar dari izanami ..." Ucap Itachi lagi.

"Kalau ia bisa lolos,
kenapa kau menggunakan jutsu itu padanya??" Sasuke bertanya.

"Dia memiliki banyak kesamaan dengan aku di masa lalu ...
Dia selalu percaya kalau ia bisa melakukan segalanya dan berpikir kalau tak ada yang mustahil baginya ...
Karena itulah, dia akan takut untuk gagal dan terus mencobanya ..." Ucap Itachi.

"Aku salah karena tak pernah mempercayai kekuatan orang lain ...
Kabuto salah karena selalu menganggap kekuatan orang lain sebagai kekuatannya ...
Aku bisa mengerti perasaannya, kami berdua sama dipermainkan oleh Dunia Shinobi ini ...
Dan kami sama-sama tak bisa memaafkan dan mengetahui diri kami sendiri ...
Apa yang ia lakukan adalah salah ...
Tapi hanya menyalahkan dia juga adalah hal yang salah ...
Jadi aku ingin dia menyadari semua itu sebelum ia mati,
tak seperti aku ..."

"Kenapa kau sampai melakukan hal sejauh itu untuknya!???
Kau tak sama dengannya!! Kau sempurna!!" Teriak Sasuke.

"Sasuke ...
Sebenarnya aku hendak mengendalikanmu dengan sebuah jutsu bernamaKotoamatsukami ...
Aku selalu menganggapmu seperti anak kecil, tak lebih ...
Aku hanya melihatmu sebagai seseorang yang harus dilindungi ...
Dan aku tak pernah mempercayai kekuatanmu ...
Huh ...
Aku pikir tak ada orang yang sempurna di Dunia ini ...
Itulah kenapa mereka yang lahir mampu menyerap dan mempelajari berbagai hal ...
Dan dengan membandingkan antara kita dengan orang lain,
kita akan bisa berada di posisi yang lebih baik ...
Sama seperti Izanagi dan Izanami ..."

Tak ada yang sempurna ...

"..." Sasuke terdiam.

"Lihat aku baik-baik ...
Dan kau akan menemukan kalau ada banyak hal yang tidak ku miliki ...
Jangan hanya bilang kalau aku sempurna ..."

Kembali ke ruang ilusi tempat pikiran Kabuto berada, ia masih tetap mencoba untuk menyerang Itachi meski haslnya selalu sama ...

"Tidak mungkin!!!!
Aku sempurna!!!!
Ini ...
Bukan aku!!!!" Kabuto berganti kulit, muncul dari mulut.

"Berapa lama kau akan terus mencoba untuk menjadi Orochimaru?
Jika kau ingin keluar dari siklus ini, sadarilah kesalahanmu ..." Ucap Itachi.

"Diam!!!!" Kabuto merapal jutsu air.
"Aku tahu akan ada serangan katon setelah ini" Pikir Kabuto.

"Suiton! Suiryuudan no Jutsu!!!!" Akan tetapi, Itachi malah menembakan air.

"Aakh, dia membaca pikiranku dengan sharingan?" Pikir Kabuto yang hanyut dalam gelombang air Itachi.

Tes ...

Kabuto terjatuh dan kemudian tetesan air menetes di pundaknya ...

"Apanya yang kesalahan hah?
Kesalahan apa yang aku buat!?
Aku hanya ingin ...
seseorang ...
memberitahuku ...
Aku hanya ingin diakui ...
Apanya yang salah dengan itu!!???" Kabuto mengenang semua masa lalunya.

"Pertama-tama, kau harus mengenali dirimu sendiri ..." Ucap Itachi.
"Dengan begitu kau tak akan mengatakan kebohongan ...
Bahkan pada dirimu sendiri, seperti yang aku lakukan ...
Tak ada kepercayaan di dalam kebohongan ,,,
Kau tak akan mendapat teman yang bisa diandalkan ...
Dan kebohongan membuatmu tak dapat mengenali diri sendiri ..."

Kembali ke Kabuto, ia mencoba untuk bangkit kembali ...

"Jika saja aku tak terjebak disini ...
Aku pasti sudah memenangkan perang ini!!" Pikirnya dan kemudian mengambil kacamatanya yang terjatuh, lalu melihat ke arah genangan air.

"Sepertinya ini sudah waktunya untuk kau tidur ..." Bayangan Kabuto memintanya untuk tidur.

"Itachi ...
kau!!!" Kabuto bangkit dan kembali bersiap untuk menyerang.

Pindah scene, ke suatu perang ...

Urushi sedang berlindung di balik batu, bersama dengan seorang shinobi Konoha lainnya yang terluka ringan di tangan, Urushi mencoba untuk menyembuhkannya ...

"Sudah jam 9 ..." Lamun Urushi sambil memperban tangan itu.
"Ada apa?" shinobi di sebelah bertanya.

"Ah tidak, aku hanya berpikir ingin segera menyelesaikan perang ini dan pergi tidur ...
Bagaimanapun, kita hanya shinobi kelas bawah yang tak banyak berpengaruh pada perang ini"

"Yah, sepertinya kau benar ...
Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah perang ini?"

"Aku akan kembali ke rumah" Ucap Urushi.
"Dan jika setelah perang berakhir dan kelima Negara masih berteman, mungkin adikku yang sedang menjalankan misi akan kembali ..." Lanjutnya.

"Aku iri padamu yang masih punya rumah untuk kembali ..."

"Kenapa kau tak ikut saja denganku nanti?"

"Eh?"

"Rumahku adalah panti asuhan ...
Dan kalau adikku kembali, dia pasti akan mengobati lukamu ..."

"Ah, ya, terimakasih, Urushi ..."

"Aku sangat berharap kali ini kau akan kembali" Ucap Urushi dalam hati.

Kembali ke tempat Itachi, dia masih mencengkram Kabuto ...

"Sekarang aku akan menghentikan Edo Tensei ini" Itachi menyiapkan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar